Daftar Hotel - SEBANYAK 22 film nasional dipastikan turut serta dalam ajang festival film bergengsi dunia, yakni Festival Film Cannes di Prancis,12– 23 Mei mendatang. Film Indonesia kini bisa lebih mendunia.
Hotel di Hong Kong Film Indonesia akan ikut Ajang festival film luar negeri menjadi sarana efektif untuk mempromosikan Indonesia melalui karya film. Hal ini sangat didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar). Salah satu yang akan diikuti film-film nasional ini adalah Festival Film Cannes di Prancis yang berlangsung 12–23 Mei 2010. ”Dalam ajang tersebut kami bersama insan perfilman akan memasarkan sekaligus mempromosikan 22 film nasional,”kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenbudpar, Jakarta Senin (10/5).
Film produksi terbaru yang akan berlaga di Cannes tersebut meliputi genre drama, komedi, horor, dan klasik dari 14 perusahaan film Tanah Air. Delegasi Indonesia juga akan membuka booth Indonesia Cinema untuk mempromosikan serta menawarkan film nasional kepada calon pembeli yang datang di ajang festival film paling bergengsi tersebut. Festival tersebut rencananya dihadiri ribuan pengunjung dari kalangan distributor,produser, pembeli, pekerja film, dan wartawan film.
”Malaysia, Singapura,Korea, Hong Kong, dan India merupakan sebagian negara yang sudah membeli film-film Indonesia dan saya sudah lihat, film kita tidak kalah dengan negara lain,”kata Jero Wacik. Jero mengatakan, keikutsertaan Kemenbudpar dalam memfasilitasi masyarakat perfilman untuk mengikuti Festival Film Cannes adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tamu istimewa di negeri orang.
”Ajang festival film ini juga untuk mempromosikan film-film Indonesia terbaru yang diproduksi dalam skala dunia.Untuk menjadi tamu terhormat di negeri orang,pemerintah akan mendorong sineas untuk melakukan promosi, antara lain melalui festival film internasional Cannes,”tandasnya. Dijelaskan dia, selain memasarkan film, pemerintah juga gencar memasarkan lokasi syuting film di Tanah Air.
”Sudah banyak produser film internasional yang mau melirik Indonesia sebagai lokasi syuting film. Di antaranya di Pulau Komodo,Bali,Sumatera,dan Jawa,”kata Jero. Selain itu, lanjut Jero,pemerintah juga melakukan penjajakan kemungkinan untuk melakukan kerja sama produksi (joint production) film dengan para produser film dunia. Tahun 2006 saja,dia datang ke Festival Film Cannes sekaligus mempromosikan kepada produser film luar negeri untuk mengambil lokasi syuting di Indonesia.
”Dan berhasil.Film Eat,Pray,Loveitu juga hasil promosi kami.Produsernya puas bisa main di Indonesia,”katanya. Diantara22filmnasionalyangdipasarkan di Cannes yakni film Ayat- Ayat Cinta,Emak Ingin Naik Haji,Get Married 1 dan 2, Jamila dan Sang Presiden,Ruma Maida,Ketika Cinta Bertasbih,dan Kuntilanak Beranak.
Target 200 Film
Berbicara hal lain, Jero menargetkan pada akhir 2014 Indonesia harus bisa memproduksi 200 film nasional per tahunnya. ”Sekarang bisa 80 film dalam setahun. Bisa dibayangkan bila 200 film bisa diproduksi dalam setahun, maka akan ada banyak kru film yang akan kerja dan ini membuka lapangan kerja juga,”katanya.
Dia selalu mengimbau para produser kalau buat film jangan hanya di Jakarta.Tujuannya agar daerah terpencil yang mempunyai lokasi syuting yang bagus bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakatnya. ”Tetapi kuantitas film yang banyak juga harus dibarengi dengan film yang bagus kualitasnya,” tegas Jero.

No comments:
Post a Comment